Tindakan Kolektif "Madu dan ICOSH"
Holla!
Hari ini saya akan membuat sebuah post mengenai studi kasus yang berkaitan dengan teori "Tindakan Kolektif" yang berjudul Madu dan ICOSH. Saya harap studi kasus ini dapat memberikan gambaran yang pas dan mengena tentang bagaimana bentuk kecil tindakan kolektif dalam kehidupan nyata, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kasus ini saya ambil dari kasus yang terjadi di lingkungan saya. And it's late night now, so I have to get this done as fast as I can, yeah....
By the way, hanya wanita strong yang masih nugas di jam segini di saat udah seharian full acara (pagi sampe sore OB dan malam rapat untuk BTF), what a tired day but I have to survive! Yeah!
Agar lebih paham mengenai kasus yang akan saya bicarakan, kita harus mengerti terlebih dahulu apa itu tindakan kolektif. Secara singkat, tindakan kolektif adalah sebuah tindakan yang dilakukan secara kolektif (berkelompk/bersamaan/dua orang atau lebih) dalam melakukan suatu kegiatan karena kegiatan tersebut akan lebih menguntungkan apabila dikerjakan atau ditanggung bersama daripada dikerjakan oleh individu/sendirian. Dalam konteks ini, seseorang atau sekelompok orang akan merasa lebih diuntungkan apabila suatu kegiatan atau pekerjaan dilakukan secara bersama-sama, konteks lain dapat seperti menanggung beban bersama lebih ringan dan efisien daripada ditanggung sendiri. Untuk lebih lengkap silahkan cek di post saya sebelumnya yang berjudul "Teori Kontrak dan Tindakan Kolektif". Salah satu contoh nyata dari tindakan kolektif ini akan saya ceritakan sebagai berikut:
Madu dan ICOSH
Ada seseorang yang berbakat dalam bidang bahasa Inggris. Katakanlah ia bernama Madu. Madu adalah seorang yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang bagus, baik dalam bidang speech, debates, maupun speaking. Ketika di SMA, Madu sering sekali mengikuti lomba debat bahasa Inggris, dan pidato bahasa Inggris. Dan ketika ia berada di bangku kuliah, ia melihat bahwa kesempatan untuk mengembangkan karir bahas Inggrisnya sangatlah terbuka lebar. Banyak sekali loba atau event yang diadakan oleh fakultas maupun universitas untuk menjaring orang-orang yang berbakat dalam bidang tersebut. Suatu hari, Madu ingin mengikuti sebuah debat bahasa Inggris di Universitas Udayana, Bali. Ia yang berasal dari Universitas Brawijaya, Malang, merasa bahwa biaya yang harus ia keluarkan untuk mengikuti lomba debat di Bali tersebut cukup besar. Dan ia sebagai seorang independen, yang artinya berlomba sendirian, merasa kurang mampu untuk membiayai lomba debatnya sendirian ke Bali. Oleh karena itu, Madu mengambil sebuah tindakan. Tindakan Madu ini adalah ia bergabung dengan sebuah organisasi di fakultasnya yang berfokus dalam bidang bahasa Inggris. Katakanlah organisasi ini adalah ICOSH. Madu merasa dengan ia bergabung ke dalam lembaga ICOSH ia akan didukung dan difasilitasi untuk mengikuti lomba yang diinginkannya di Bali.
Melihat kemauan Madu yang sangat positif ini, ICOSH sangat welcome terhadap kehadiran Madu dan bersedia untuk memberikan dukungan dan fasilitas untuk perlombaan debat bahasa Inggris Madu. ICOSH yang merupakan lembaga berorientasi bahasa Inggris di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, memiliki dana atau anggaran tersendiri dari dekanat yang memang digunakan untuk menfasilitasi anggotanya dalam mengikuti lomba-lomba di bidang bahasa Inggris. Oleh karena itu, dalam posisi ini, Madu akan merasa sangat terbantu dengan bergabungnya ia di lembaga ICOSH karena Madu tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengikuti lomba. Di sisi lain, lembaga ICOSH juga diuntungkan karena Madu mengikuti lomba tersebut atas nama ICOSH (mewakili ICOSH) dan membawa nama ICOSH ke dalam perlombaan debat Inggris tingkat nasional di Universitas Udayana. Hal ini akan membantu mengangkat nama baik ICOSH sebagai lembaga yang kredibel di bidangnya. Situasi ini menunjukkan tindakan kolektif yang nyata. Apabila Madu tidak bergabung di ICOSH maka pertama ia harus menanggung semua biaya perlombaan dengan uang pribadinya yang nominalnya pasti tidak sedikit. Kedua, jika Madu tidak bergabung dengan ICOSH untuk mengikuti lomba debat Inggris tersebut maka ICOSH tidak akan terbawa namanya ke perlombaan, dalam hal ini nama baik ICOSH mungkin tidak akan dikenal.
Tindakan kolektif yang dilakukan Madu dan lembaga ICOSH ini akan memberikan keuntungan di kedua belah pihak yakni :
- Madu tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengikuti lomba debat Inggris. Ia tetap bisa mengikuti lomba, menambah pengalaman, menambah relasi, dan jika menang akan lebih menguntungkan lagi.
- ICOSH terangkat nama baiknya atas partisipasi Madu dalam perlombaan ini. ICOSH tidak perlu repot mencari dana untuk membiaya perlombaan Madu karena anggaran untuk perlombaan memang telah ada sebelumnya. Jadi, dana/anggaran lembaga ini tidak terbuang sia-sia dan digunakan dengan semestinya. Dan ketika Madu memenangkan perlombaan ini, misalnya, maka nama baik ICOSH juga terangkat dan di sisi lain lembaga ini juga semakin bertambah anggotanya.
Begitu lah contoh tindakan kolektif yang saya tangkap dalam kisah kehidupan saya. Yakni berupa individu (Madu) yang memilih bergabung ke dalam sebuah kelompok untuk mengikuti lomba debat Inggris. Dimana dalam perlombaan ini Madu bekerja sama dengan lembaga, dan menjadi bagian dalam lembaga, untuk sama-sama berjuang dalam perlombaan. Hubungan antara Madu dan ICOSH adalah saling menguntungkan, dan potensi munculnya free-rider (s) disini sangat kecil.
Sekian.
Terima kasih.
Selamat Malam :)
Komentar
Posting Komentar